Pohon Net Zero Emissions adalah judul cartoon karya Munadi Hp. Media: Drawing-pen, cat akrilik di atas kertas A3, dikerjakan pada tahun 2026. Cartoon ini ingin menggambarkan atau menjelaskan tentang Net Zero Emissions.
Net Zero Emissions (emisi nol bersih) adalah kondisi saat jumlah emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer seimbang dengan jumlah emisi yang diserap atau dihilangkan oleh bumi.
Tujuan yang ingin dicapai Net Zero Emissions adalah menghentikan pemanasan global agar suhu bumi tidak naik melebihi batas berbahaya diatas 1,5 sampai 2 derajat celsius, agar tidak memicu kerusakan lingkungan yang ekstrem. Mengurangi bencana alam seperti menghindari cuaca ekstrem, kekeringan panjang, dan kenaikan permukaan air laut yang mengancam kehidupan.
Bagai mana untuk mencapai Net Zero Emissions dapat tumbuh berkembang dan sampai menghasilkan buah? Tentu secara bersama-sama kita perlu membangun kesadaran untuk beralih dari kebiasaan menggunakan pemakaian bahan bakar fosil, lalu beralih ke Energi Terbarukan ( Renewable Energy ). Energi terbarukan merupakan sumber energi dari alam yang bisa diisi secara alami dan terus menerus sampai tidak terbatas atau tidak akan habis.
Renewable Energy (Energi Terbarukan) adalah energi yang ramah lingkungan, menghasilkan sedikit polusi. Energi seperti inilah yang menjadi kunci penentu harapan dunia untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim.
Contoh Energi Terbarukan (Renewable Energy) antara lain:
• Matahari (Solar): Cahaya dan panas surya diubah menjadi listrik.
• Angin (Win) : Kincir angin raksasa dapat menangkap udara bergerak untuk tenaga listrik.
• air (Hydro) : Aliran sungai atau bendungan memutar turbin air.
• Panas Bumi (Geo thermal) : Memanfaatkan hawa panas dari dalam perut bumi.
• Bio massa (Biomass) : Bahan organik dari sisa tanaman atau limbah.
Renewable Energy (Energi Terbarukan) dapat dimanfaatkan secara maksimal karena energi terbarukan tidak cepat habis, berbeda dengan minyak bumi atau batu bara. Energi Terbarukan lebih bersih dapat mengurangi gas rumah kaca penyebab pemanasan global.
Energi Terbarukan (Renewable Energy) merupakan sumber daya mandiri sehingga dapat membantu negara tidak bergantung pada energi fosil impor.
Oleh karena itu, Pohon Net Zero Emissions kita harapan dapat membuahkan hasil terbukanya lapangan kerja dibidang Green Jobs ( Pekerjaan Hijau ). Green Jobs adalah jenis pekerjaan layak yang secara langsung maupun tidak langsung dapat berkontribusi dalam melestarikan lingkungan, mengurangi emisi karbon, menghemat energi, dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sektor dan contoh profesi Green Jobs ( pekerjaan hijau ) antara lain:
• Solar Engineer : Merancang dan memasang sistem tenaga surya.
• Wind Energy Technician : Memelihara dan memperbaiki turbin angin.
• Energi Auditor : Menilai penggunaan energi di bangunan untuk mencari cara penghematan.
• Sektor Pengolahan Limbah dan Ekonomi Sirkular antara lain ( Waste Management Specialist: mengolah sistem daur ulang dan pengolahan sampah ).
• Sektor Keuangan dan Bisnis Hijau antara lain ( Green Finance Specialist: mengatur pendanaan atau investasi untuk proyek ramah lingkungan), dan ESG Analyst.
• Sektor Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan antara lain ( Sustainability Specialist-pertanian: mengembangkan metode tani yang ramah lingkungan dan hemat air ), ( Forestry and Conservation Worker: menjaga kelestarian hutan dan reboisasi lahan kritis).
• Sektor Kontruksi dan Transportasi Hijau antara lain ( Green Building Architect: merancang bangunan ramah lingkungan dengan material hemat energi), (Electric Vehicle/EV Engineer: mengembangkan teknologi kendaraan listrik).
Bermula dari perkembangan ilmu iklim fisik hingga akhirnya Net Zero Emissions diadopsi menjadi kebijakan politik dan ekonomi global. Dan berakar dari negoisasi awal iklim PBB pada Konvensi Rio 1992, saat itu fokus utama dunia adalah "menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca" di atmosfer agar tidak membahayakan sistem iklim dunia.
Kemudian melalui Protokol Kyoto pada tahun 1997, dunia mulai menyepakati bahwa menekan emisi tidak hanya tentang mengurangi asap pabrik, tetepi juga memanfaatkan hutan sebagai "penyerap karbon" (carbon sinks). Konsep pengembangan (emisi vs penyerapan) ini menjadi cikal bakal kata "Net" (Bersih). Pada Perjanjian Paris 2015, istilah Net Zero Emissions resmi menjadi "Gold standard" dan populer di panggung politik internasional. Pada Perjanjian Paris (Paris Agreement) memuat pasal 4: Secara hukum mengamanatkan negara-negara dunia untuk mencapai "keseimbangan antara emisi antropogenik (buatan manusia) dari sumbernya dengan penyerapan oleh penyerap gas rumah kaca pada paruh kedua abad ini." Target kolektif ini dibuat demi menahan ambang batas kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celsius hingga 2 derajat celsius.
Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emissions ( NZE ) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Semoga Pohon Net Zero Emissions dapat menghasilkan buah sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi yang mampu menguasai teknis, berprespektif lingkungan, memiliki kemampuan manajerial serta berwawasan global. Semoga dunia bisa memanen dari Pohon Net Zero Emissions untuk mencegah suhu bumi naik melebihi 1,5 derajat celsius dan dapat menghindari krisis iklim. (dikutip dari berbagai sumber) ***






LEAVE A REPLY